![]() |
| UNICEF |
Memiliki akses terhadap sanitasi dan air bersih merupakan kebutuhan manusia yang paling mendasar untuk kesejahteraan dan kesehatan. Selain itu akses terhadap sanitasi dan air bersih merupakan hak asasi manusia tidak hanya dalam bidang kesehatan namun juga untuk pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, perdamaian, ekosistem dan pendidikan. Kebutuhan akan sanitasi dan air bersih ini menjadi isu yang di bicarakan karena di berbagai negara khususnya negara berkembang terdapat kurangnya akses terhadap sanitasi dan air bersih dikarenakan rusaknya lingkungan di negara tersebut. Kurangnya sanitasi dan air bersih ini dapat memberikan dampak yang negatif terhadap kesehatan seperti kolera, disentri, tipus, infeksi usus dan polio. Sanitasi yang memadai melibatkan akses ke fasilitas toilet yang layak, pengelolaan limbah yang efektif dan praktik kebersihan yang baik selain itu akses terhadap air bersih mempunyai arti dimana ketersediaan air minum yang aman dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Masalah sanitasi dan air bersih ini menjadi tantangan yang signifikan di seluruh dunia khususnya pada negara berkembang, kekurangan infrastruktur dasar ini memiliki dampak pada kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial. Di banyak negara berkembang, akses terhadap sanitasi yang layak sangat terbatas terutama di daerah pedesaan dan pemukiman kumuh di perkotaan juga terdapat praktek buang air besar sembarangan yang masih terjadi terutama di daerah pedesaan. Banyak air bersih yang masih tercemar bahan kimia dan limbah yang menyebabkan air tidak layak konsumsi. Terdapat faktor-faktor yang menjadi penyebab kekurangan sanitasi dan air bersih seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial ekonomi, pertumbuhan populasi yang cepat di daerah perkotaan sehingga sering kali melampaui kapasitas infrastuktur yang ada dan juga perubahan iklim. Salah satu negara berkembang yang mengalami kekurangan sanitasi dan air bersih adalah negara India. India menghadapi tantangan besar dalam hal sanitasi dan akses terhadap air bersih, banyak daerah yang mempunyai akses terbatas terhadap toilet dan air bersig menjadi penyebab utama berbagai penyakit menular yang berkontribusi pada tingginya angka kematian pada anak. Dalam menghadapi tantangan ini pemerintah India di tahun 2014 membuat kampanye yang bernama Swachh Bharat Abhiyan (Clean India) yang dirancang untuk membersihkan jalan raya, jalan umum dan infrastruktur kota dan pedesaan di India.
Selain kampanye, pemerintah India juga dibantu oleh UNICEF untuk membantu dalam masalah kurangnya sanitasi dan air bersih. UNICEF (United Nations International Childern’s Emergency Fund) telah lama berperan aktif dalam meningkatkan sanitasi dan akses air bersih di berbagai negara berkembang, termasuk India. India dengan memiliki populasi manusia terbanyak nomor dua di dunia, menghadapi tantangan besar dalam penyediaan sanitasi yang layak dan air bersih terutama di daerah pedesaan dan pemukiman kumuh daerah perkotaan. UNICEF (United Nations International Childern’s Emergency Fund) sudah melakukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dalam meningkatkan kondisi sanitasi dan akses air bersih di India. Upaya berkelanjutan ini tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga kontribui pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
India merupakan negara dengan jumlah populasi yang besar di dunia, namun masih menghadapi tantangan yang besar dalam menyediakan akses terhadap air bersih dan sanitasi dengan akses yang memadai bagi para penduduknya. Masalah air bersih dan sanitasi ini mempunyai kondisi yang buruk di daerah pedasaan dan pemukiman kumuh, dimana banyak rumah tangga tidak memiliki akses ke toilet yang layak dan air bersih. Akibat kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak terdapat masalah kesehatan pada masyarakat terutama pada anak-anak, sering kali terkait dengan penyakit yang dapat dicegah seperti diare dan infeksi saluran pernafasan. Penyakit yang ditimbulkan akibat kurangnya air bersih dan sanitasi ini disebabkan oleh adanya banyak sumber air di India yang terkontaminasi oleh limbah domestik, limbah industri yang mengakibatkan air minum tidak layak untuk dikonsumsi juga ketersediaan air dilihat dari musim kemarau yang sering kali mengakibatkan ketersediaan air bersih menjadi semakin terbatas. Dan untuk sanitasi, masih banyak rumah tangga di India yang tidak memiliki akses terhadap toilet yang layak, pendidikan dan kesadaran tentang pentingnya sanitasi masih sangat diperlukan di banyak komunitas. Kurangnya dalam sistem air bersih dan sanitasi ini merupakan dua masalah yang sudah menjadi perhatian pemerintah India dan juga dengan bantuan UNICEF.
Untuk mengatasi masalah air bersih dan sanitasi ini pemerintah India mengadakan program Swachh Bharat Abhiyan Mission yang di dukung oleh UNICEF dan pemerintah India, program ini digunakan untuk mengakhiri praktik buang air besar sembarangan dan mempromosikan kebersihan sanitasi di seluruh negara. Dalam hal ini UNICEF terlibat dalam mendukung dan menyediakan sumber daya teknis untuk mencapai program Swachh Bharat Abhiyan Mission atau Clean India. Dalam memberikan dukungan dalam program untuk air bersih dan sanitasi yang memadai, UNICEF melakukan pembangunan toilet dan fasilitas sanitasi yang layak, membangun sumur dan infrastuktur air dan melakukan kampanye pendidikan di sekolah-sekolah dimana untuk meningkatkan kesadaran tentang air bersih dan sanitasi yang baik dan aman. Bantuan UNICEF terhadap India dalam air bersih dan sanitasi telah memberikan dampak yang positif seperti penurunan penyakit angka penyakit, peningkatan kesehatan anak juga terdapat perkembangan yang pesat dalam menyediakan air minum dan sanitasi yang aman bagi rumah tangga di perkotaan dan pedesaan, keberhasilan ini merupakan dari misi Swachh Bharat Abhiyan Mission yang di dukung oleh UNICEF.
Dalam studi kasus ini dapat dianalisis dengan teori organisasi internasional dan human security. UNICEF sebagai organisasi internasional yang bereperan dalam menangani air bersih dan sanitasi di India dapat dipahami sebagai upaya koordinasi, advokasi kebijakan juga UNICEF tidak hanya berperan sebagai pemimpin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap sanitasi yang layak teteapi juga menjadi agen perubahan yang mengintergrasikan tujuan pembangunan berkelanjutan. Dilihat juga melalui human security, UNICEF tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur tetapi juga pada perlindungan dan peningkatan kualitas hidup individu khususnya anak-anak.
KESIMPULAN
Peran
UNICEF dalam menangani sanitasi dan air bersih di India sangat dibutuhkan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program yang ada, UNICEF tidak hanya
berfokus pada pembangunan dalam infrastruktur fisik tetapi juga pada pendidikan,
hal ini dapat membantu mengurangi beban penyakit dan meningkatkan kualitas
hidup masyarakat terutama anak-anak. UNICEF bersama pemerintah India terus
berupaya untuk mencapai keberlanjutan dalam akses sanitasi dan air bersih di
India.

0 Komentar