Nama: Syifana Aliyya Putri 

NPM: 21430019

Prodi: Hubungan Internasional

Kelas: A

Universitas: Slamet Riyadi Surakarta

Tahun unggah: 2021


NELSON MANDELA 

Siapa yang tidak kenal dengan Nelson Mandela? Nelson Mandela dikenal sebagai tokoh pejuang kemanusiaan ia memperjuangkan dan membaskan rakyatnya dari pengaruh politik apartheid. Nelson Mandela lahir dengan nama Rolihlahla Mandela pada tanggal 18 Juli 1918. Dilahirkan disebuah desa bernama Mvezo, di tepian sungai Mbashe di Trnaskei, Afrika Selatan. Ayahnya merupakan seorang pemimipin sebuah suku dan penasehat dari kepala suku yang lainnya. Tetapi ayah dari Nelson Mandela kehilangan pengakuannya sebagai pemimpin dikarenakan adanya konflik dengan hakim kolonial. Karena ayahnya sudah kehilangan status sebagai pemimpin maka ia beserta keluarganya berpindah ke daerah yang bernama Qunu yang mana daerah tersebut lebih kecil dari daerah yang sebelumnya ia tinggali yang letaknya di sebelah utara Mvezo. 

Mandela menjadi orang pertama di keluarganya yang mendapatkan pendidikan. Tetapi tidak berjalan mudah karena sistem pendidikan Inggris yang berada di Afrika Selatan tergolong rumit. Dan di masa itu juga guru dari Rolihlahla Mandela meminta Mandela agar mengganti nama menjadi Nelson Mandela. Perjalanan seorang Mandela tidak cukup mudah, saat berusia 9 tahun ayahnya meninggal dunia dikarenakan penyakit paru-paru. Ketika ayahnya meninggal dunia Mandela di adopsi oleh seorang chief yang bernama Jongintaba Dalindyebo, Ia adalah seorang bupati dari Thembu dan dari sinilah titik balik kehidupan seorang Nelson Mandela. Setelah diadopsi Ia pindah dimana Jongintaba berada yaitu Mqhekezweni ibukota provinsi Thembuland.

Saat duduk dibangku sekolah Mandela dikenal sebagai anak yang cerdas, ia bersekolah di Wesleyan mission school, the Clarkebury Boarding Institute dan Wesleyan College. Tahun 1939 ia melanjutkan pendidikannya di Univerity College of  Fort Hare dimana hanya kampus ini yang menerima pelajar yang berkulit hitam. Ditahun kedua ia terpilih sebagai dewan perwakilan mahasiswa tak lama ia mengundurkan diri akibat tidak kepuasaan mahasiswa dan kampus pun memberikan hukuman skros kepada Mandela. Setelah mendapatkan hukuman tersebut Ia kembali kerumahnya sesampainya disana Ia terkejut oleh sebuah pengumuman yang mana Jongintaba ingin membuat pernikahan bagi dirinya, namun kerena Mandela belum siap terhadap keputusan tersebut ia melarikan diri ke Johannesbrug. Disana untuk mencukupi kebutuhannya ia sempat bekerja menjadi penjaga dan seorang pegawai toko walau begitu ia tidak lupa dengan pendidikannya. Ia berusaha menyelesaikan pendidikannya melalui kursus penyesuaian lalu lanjut belajar hukum di University of Witwatersrand Johannesbrug.

Untuk memperjuangkan Afrika tanpa kekerasan ia bergabung dengan organisasi seperti Kongres Nasional Afrika pada tahun1942 dan African National Congress Youth League (ANC Youth League) dengan tujuan untuk membentuk pergerakan akar rumput dan mengumpulkan kekuatan dari jutaan pekerja yang merasa tertekan dengan rezim yang sedang berlangsung. Tahun 1949 ANC sudah melakukan pergerakan, mereka melakukan pergerakan dengan cara boycott, pemogokan, ketidaktaatan sipil serta tidak bekerja sama dengan segala bentuk kebijakaan yang ada. Mereka melakukan semua itu untuk menolak segala macam bentuk yang dianggap merugikan. Dalam 20 tahun perjuangannya Mandela selalu melakukannya dengan cara damai, Ia tidak pernah sama sekali memakai cara kekerasan ataupun memprovokasi. Ia mempunyai prinsip yang selalu dipegang teguh yaitu Prinsip nir-kekerasan (anti kekerasan).

Dalam perjuangannya seringkali Nelson Mandela keluar masuk penjara karena hal-hal yang ia lakukan yang pada awalnya ia memegang teguh prinsip anti kekerasan yang pada akhirnya ia melakukan hal-hal yang berkaitan seperti pemberontakan. Pemerintahan Afrika menganggap Nelson Mandela sebagai sebuah ancaman pada kasus yang terakhir kali ia divonis dengan hukuman penjara seumur hidup yang mana ia berada di penjara yang terkenal dengan kebrutalannya, sempat presiden Afrika Selatan menawarkan kebebasan kepada Mandela dengan syarat yaitu harus meninggalkan perjuangan melawan pemerintah Afrika Selatan tetapi Mandela menolak. 11 februari 1990 Mandela dinyatakan bebas oleh presiden Frederik Willem de Klerk. Setelah bebas Mandela meminta kepada pihak asing untuk mengurangi tekanan terhadap pemerintah Afrika Selatan. Tahun 1993 bersama dengan de Klrek ia menerima hadiah nobel perdamaian atas perjuangan mengahapuskan apartheid yang berlangsung di Afrika Selatan.

10 Mei 1994, Nelson Mandela dinobatkan sebagai presiden di usia 77 tahun dan juga sebagai presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan, dengan wakilnya de Klrek. Selama menjabat jadi presiden, Mandela bekerja keras untuk merubah pemerintahan minoritas dan apartheid menjadi kepemerintahan yang di dominasi oleh kulit hitam. Setelah masa jabatannya habis Nelson Mandela pensiun dari dunia politik dan memulai membangun bisnis, Mandela juga membangun sekolah serta klinik di Afrika Selatan terutama untuk daerah daerah pedesaan. Tak lama pada tahun 2001 Nelson Mandela didiagnosa menderita kanker prostat maka dari itu ia memutuskan untuk mundur dari segala kehidupan masyarakat yang ramai dan kembali ke desanya, Qunu. Walaupun sakit ia masih bisa muncul di piala dunia Afrika Selatan pada tahun 2010. Januari, 2011 ia terserang kembali oleh penyakit yaitu infeksi paru-paru dan awal 2012 dia menjalani operasi kerena terdapat gangguan di perutnya. Tahun berikut penyakitnya semakin parah dan pada tanggal 5 Desember 2013, Nelson Mandela menghembuskan nafas terakhirnya. Sebagai bentuk penghargaan kepada Mandela, 18 Juli ditetapkan sebagai hari Mandela yang mana hari Mandela ini adalah hari internasional untuk mempromosikan perdamaian global.


sumber:

https://www.portal-ilmu.com/2020/09/nelson-mandela.html