Indonesia, negara yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia, memiliki kebutuhan energi yang terus meningkat. Saat ini Indonesia masih bergantung pada energi fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nya. Penggunaan energi fosil yang terus meningkat mempunyai dampak seperti melepaskan emisi karbon yang menyebabkan terjadinya pemanasan global, meningkatknya suhu bumi dan polusi udara. Dalam hal ini, negara-negara di dunia perlu melakukan perubahan pengunaan energi sebagai bentuk upaya dalam menghindari pemanasan globa. Pemanasan global ini sudah menjadi isu global, di Indonesia sendiri pemanasan global ini mempunyai dampak dimana terdapat kenaikan suhu, kebakaran hutan dan krisis air bersih.

Transisi energi ini menjadi energi terbarukan adalah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060. Hampir seluruh sektor industri, transportasi, peternakan hingga perumahan telah menggunakan bahan bakar bumi yang menyumbang emisi karbon dan mengakibatkan perubahan iklim. Ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil salah satunya pada batu bara, batu bara sebagai salah satu penyumbang energi karbon terbesar yang mana telah menjadi sumber energi utama yang di gunakan oleh Indonesia secara bertahun-tahun. Menyadari bahwa ketergantungan pada energi fosil yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap iklim, pemerintah Indonesia melakukan transisi energi yang menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan energi dan mewujudkan ekonomi hijau di Indonesia. Transisi energi ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap teknologi yang terjangkau dan bersih guna untuk mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan lebih hijau.

Untuk pengembangan transisi energi menjadi energi terbarukan Indonesia juga bekerja sama dengan International Energy Agency (IEA), IEA merupakan organisasi internasional yang bekerja dalam bidang kebijakan energi memiliki peran penting dalam mendukung negara anggotanya melalui analisis kebijakan, penyediaan data dan rekomendasi teknis. IEA sendiri merupakan badan yang terdapat dalam kerangka Organization for Economic Coorperation and Development (OECD), berdiri pada tahun 1974 yang awalnya didirikan untuk mengelola dan memperbaiki sistem penanggulangan jika terjadinya gangguan terhadap pasokan minyak. IEA memiliki tujuan untuk mempromosikan kebijakan-kebijakan energi yang rasional  di dunia global dengan bekerja sama dengan negara-negara di dunia. Kerja sama Indonesia dan IEA pertama kali dimulai pada tahun 2006, kerja sama ini mempunyai tujuan untuk membantu Indonesia dalam merumuskan kebijakan energi nasionalnya dan memberikan masukan terhadap perkembangan kebijakan energi. Dengan berjalannya waktu Indonesia dan IEA terus meningkatkan kerja sama, pada tahun 2021 kerja sama yang didukung oleh IEA ini akan mendukung proses transisi energi dan modernisasi ekonomi Indonesia termasuk dalam meningkatkan sistem ketenagalistrikan, penggunaan energi terbarukan, dan penguatan dalam invetasi energi. Kerja sama ini bertujuan untuk membantu kemajuan Indonesia pada tahun 2021 guna meningkatkan dukungan IEA dan dunia internasional terhadap ambisi Indonesia. Adanya kolaborasi transisi energi ini adalah sebuah bentuk komitmen IEA terlibat dengan pemerintah Indonesia dalam memprioritaskan kebijakan energi. 

Dalam studi kasus ini kita dapat melihat dengan teori politik hijau dan kerja sama internasional, dalam politik hijau menekankan pentingnya berkelanjutan lingkungan dalam kebijakan dan praktik politik. Kerja sama Indonesia dan IEA dalam mengembangkan transisi energi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil yang dimana merupakan sumber utama polusi udara dan gas rumah kaca dimana IEA mendukung pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin, kerja sama ini juga membantu mengurangi dampak negatif bagi ekosistem dan mempromosikan penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Sedangkan dalam kerja sama internasional Indonesia dan IEA dalam mengembangkan transisi energi merupakan sebuah contoh konkret dari upaya untuk mencapai keberlanjutan energi global, kerja sama ini juga menjadi landasan kepentingan nasional dimana Indonesia berupaya untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan mengurangi dampak lingkungan dan bagi IEA mendukung Indonesia dalam transisi energi dapat membantu stabilitas energi global yang mempunyai tujuan berkelanjutan yang lebih luas.

Kerja sama Indonesia dan IEA merupakan peranan penting dalam memajukan transisi energi menuju penggunaan yang berkelanjutan. Melalui berbagai program, kerja sama ini berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan meningkatkan efisiensi energi.