Sampah merupakan salah satu problematika yang ada di Indonesia juga Indonesia menjadi negara dengan penghasil sampah terbanyak di dunia. Banyak sekali TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di berbagai daerah di Indonesia sudah tidak mampu untuk menanmpung tumpukan sampah yang semakin hari semakin banyak, contohnya ketika libur hari raya akan banyak sekali penumpukan sampah dimana penggunaan serta konsumsi masyarakat meningkat seperti penggunaan kemasan plastik peningkatan ini banyak terjadi di Indonesia khususnya kota-kota besar sebagai penyumbang sampah plastik terbanyak. Jika terus dibiarkan tentu saja akan menjadi pencemaran lingkungan seperti pencemaran air, udara maupun tanah.

Mengelola sampah yang baik dan benar hingga saat ini masih menjadi tantangan pemerintah Indonesia yang mana juga harus di dukung dengan kesadaran masyarakat agar peduli dengan sampah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya. Indonesia sendiri tiap tahunnya menghasilkan hingga berjuta-juta ton sampah plastik dalam periode satu tahun hal ini juga di pengaruhi oleh infrastuktur pengolahan sampah yang baik dan benar. Jika pemerintah belum dapat mengelola sampah dengan baik, warga masyarakat bisa memanfaatkan sampah plastik tersebut menjadi daya guna dan juga dapat dijadikan sebagai peluang bisnis bagi masyarakat, contohnya dijadikan Paving Block.

Pengertian dari Paving Block sendiri merupakan produksi konstruksi yang biasanya digunakan untuk halaman rumah juga trotoar yang mana menjadi penopang utama agar pondasi stabil. Pembuatan Paving Block dari sampah plastik ini juga upaya guna mencegah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah plastik dengan ini masyarakat dapat mengolah kembali sampah plastik yang menumpuk jadi barang daya guna meskipun Paving Block dari sampah plastik masih jauh sekali kualitasnya dengan yang berbahan dari semen dan pasir. Namun, tentu saja Paving Block dari bahan sampah plastik ini mempunyai kelebihan dan juga kekurangan, seperti:

Kelebihan:  

-        Mempunyai daya serap air melalui sedikit celah yang dari susunannya untuk menjaga keseimbangan air tanah.

-        Beratnya lebih ringan dibandingkan dengan yang terbuat dari semen dan pasir

-       Pemeliharaannya lebih mudah dan dapat dipasang kembali setelah di bongkar

-        Memiliki tekstur, warna dan dapat dipasang dengan motif yang menarik.

 

Kekurangan:

-       Permukaan pada pemasangan Paving Block dapat mudah bergelombang bila pondasi atau struktur dasar tidak cukup kuat dan padat.

-         Kurang baik untuk area jalan raya yang mana dilalui oleh kendaraan yang berkecepatan tinggi.

-    Sering terjadi pemasangan yang kurang cocok sehingga mudah bergeser dari susunan pemasangan sehingga menjadai renggang dan tidak rata.


      Dengan melihat kondisi sampah plastik di Indonesia yang terus betambah setiap tahunnya hingga TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di berbagai daerah hampir tidak mampu untuk menampung sampah-sampah tersebut, maka kita sebagai warga masyarakat mari mulai untuk mengolah sampah plastik tersebut menjadi daya guna seperti Paving Block selain untuk mengurangi sampah plastik bisa juga menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.